Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita,
berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu
keputusan?
Pada prosesnya “menuntun” saat Murid akan diberi kebebasan memilih
namun guru sebagai pamong tetap
memberi tuntunan dan arahan agar Murid tidak kehilangan arah dan tidak fokus.
Seorang pamong dapat memberikan
tuntunan agar Murid menemukan Pasion yang akan berdampak pada pengambilan keputusan yang tepat dan bertanggung jawab. Guru sebagai
pemimpin pembelajaran tentu pernah
mengalami dilema etika atau bujukan moral pada sebuah keputusan yang diambil
saat menangani kasus murid atau rekan sejawat di sekolah, dengan mempertimbangan nilai benar vs benar (situasi yang terjadi ketika
seseorang harus memilih antara dua pilihan dimana dua pilihan itu secara moral
benar tetapi bertentangan), benar vs salah (seseorang membuat
keputusan antara benar
atau
salah)
Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan
kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau
fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian
pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan
tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas
pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh
sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.
Dalam aspek pembelajaran dikelas guru sebagai pembawa agen
perubahan harus bisa mengetahui kebutuhan belajar
murid sekaligus sebagai
memberi contoh yang baik bagi Murid memahami
karakter belajar Murid serta
kondisi social emosional sebagai pemimpin pembelajaran dikelas. Dalam hal ini juga untuk terciptanya profil pelajar
Pancasila Murid harus bisa
menyelesaiakan sendiri persoalan belajarnya di kelas yang merupakan dilemma
bagi mereka, dan di sinilah
penting pendekatan Coaching, dimana guru sebagai coach
memberi pertanyaan pemantik yang akan dijawab oleh Murid untuk menyelesaikan sendiri setiap persoalan yang dilaminya terutama
yang merupakan dilema baginya. Guru sebagai pemimpin
pembelajaran selalu bersedia
meluangkan waktu jika Murid membutuhkan, atau jika meihat ada
perubahan belajar yang menurun pada Murid. Coaching dan itu tidak terlepas dari komunikasi yang baik antara coach dan coachee, Harapan
coaching dapat mengatasai masalah belajar Murid.
Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari
aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan
khususnya masalah dilema etika?
Keberpihakan
dan mengutamakan kepentingan murid dapat tercipta dari tangan pendidik yang
mampu membuat solusi tepat dari setiap permasalahan yang terjadi. Pendidik yang
mampu melihat permasalahan dari berbagai kaca mata dan pendidik yang dengan
tepat mampu membedakan apakah permasalahan yang dihadapi termasuk dilema etika
ataukah bujukan moral.
Seorang
pendidik ketika dihadapkan dengan kasus-kasus yang fokus terhadap masalah moral
dan etika, baik secara sadar atau pun tidak akan terpengaruh oleh nilai-nilai
yang dianutnya. Nilai-nilai yang dianutnya akan mempengaruhi dirinya dalam
mengambil sebuah keputusan. Jika nilai-nilai yang dianutnya nilai-nilai positif
maka keputusan yang diambil akan tepat, benar dan dapat dipertanggung jawabkan
dan begitupun sebaliknya jika nilai-nilai yang dianutnya tidak sesuai dengan
kaidah moral, agama dan norma maka keputusan yang diambilnya lebih cenderung
hanya benar secara pribadi dan tidak sesuai harapan kebanyakan pihak.Kita tahu
bahwa Nilai-nilai yang dianut oleh Guru Penggerak adalah reflektif, mandiri,
inovatif, kolaboratif dan berpihak pada anak didik. Nilai-nilai tersebut akan
mendorong guru untuk menentukan keputusan masalah moral atau etika yang tepat
sasaran, benar dan meminimalisir kemungkinan kesalahan pengambilan keputusan
yang dapat merugikan semua pihak khususnya murid
Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah
moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?
Seorang pendidik harus bisa melihat bagaiamana persoalan tersebut
apakah merupakan dilema etika atau
merupakan bujukan moral, nilai-nilai yang akan diambilpun merupakan nilai yang
merupakan proses kegiatan
yang merupakan titik
temunya adalah sebagai
pemimpin pembelajaran tetap dengan
berbagai cara akan menuntun Murid tersebut kearah yang lebih baik dalam
pengambilan keputusan. Keputusan yang diambil merupakan keputusan yang bertanggung
jawab.
Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya
berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.
Pengambilan keputusan
yang tepat sebagai pemimpin pembelajaran tentunya akan
berdampak postif, aman, dan nyaman
apabila kita bisa melihat kondisi saat mana kita akan mengambil sebuah keputusan yang tentu yang jika itu adalah
dilema maka kita bisa meminimalisir dilema tersebut agar dalam pengambilan yang bersifat dilema itu tidak terlalu
berpengaruh. Dan jika merupakan suatu bujukan
moral kita harus mengetahui bahwa hal yang dilakukan salah dan nantinnya guru
sebagai pemimpin pembelajaran akan
dengan bijak membuat keputusan namun tetap membimbing Murid menuju ke pengambilan keputusan tepat baik untuk guru maupun
untuk Murid meskipun
susah. Dalam hal ini Murid tetap merasa bahwa guru
adalah seorang pemimpin yang mampu membuat situasi kondusif, aman dan nyaman di lingkungan sekolah maupun sekitarnya.
Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika
ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?
Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini
dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana
kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang
berbeda-beda?
Sebagai seorang Guru yang setiap hari bertemu dengan murid dan
bertemu dengan teman sejawat yang
mempunyai karakter bermacam-macam dan mempunyai masalah beragam pula, saya
merasa terbantu dengan penjelasan materi dari modul 3.1 sebab sebelumnya kita sering menemukan
masalah namun kita selalu menyelesaikan masalah secara mentor
maupun konseling sekarang
setelah belajar choaching
kita lebih bisa mengembangkan cara berfikir kita dan membuat keputusan yang berfihak pada murid meskipun kadang teman
sejawat belum bisa berfikir yang sama.
Dengan semua materi yang
telah dipelajari dari modul guru penggerak sudah seharusnya kita bisa
memberikan keputusan yang bersifat
positif, membuat Murid merasa nyaman, dan tenang. Harapannya kita bisa menciptakan Murid berkarakter profil pelajar pancasila
tetapi tetap memiliki
kompetensi yang unggul.
Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil
keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?
Dengan memberi nilai-nilai
positif, menciptakan rasa nyaman pada Murid merupakan motivasi seorang pendidik
dalam mengambil keputusan. Seorang pendidik dengan berbagai cara pasti akan memberikan yang terbaik untuk Muridnya oleh karena itu keputusan yang baik pula untuk perkembangan Muridnya.
Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari
pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?
Kesimpulan akhir terkait modul 3.1
Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran dengan
modul-modul yang telah dipelajari sebelumnya
merupakan suatu tidak terpisahkan untuk mencapai kemerdekaan dalam belajar pada murid, Ki Hajar Dewantara dalam menuntut
segala proses dan kodrat/potensi anak untuk mencapai sebuah keselamatan dan kebahagiaan belajar,
baik untuk dirinya
sendiri, sekolah maupun masyarakat.
Selain itu juga dimana proses pembelajaran di seorang pendidik harus bisa
melihat kebutuhan belajar pada anak
serta mengelolah kompertensi social emosional dalam mengambil sebuah
keputusan sebagai pemimpin
pembelajaran. Pendekatan Coaching
juga merupakan salah satu cara kita (coach) untuk membantu choachee
dalam mencari solusi/ mengembangkan bakat yang
terpendam sehingga akan muncul sebuah keputusan yang bertanggung jawab
dari choachee. Dan dengan belajar
mengambil keputusan menggunakan tiga prinsip yang di ajarkan pemikiran kita
lebih terbuka agar bisa mengambil
keputusan yang berfihak pada murid atau jika itu dilema etika yang berkaitan
dengan rekan sejawat
kita bisa menemukan
solusi yang tepat meskipun kadang menyakitkan hati. Tetapi demi profesionalitas dalam pendidikan bujukan moral harus segera di punahkan.
Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang
telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4
paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah
pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar
dugaan?
Konsep dilemma etika dan bujukan moral adalah sebuah konsep praktis yang aplikasinya adalah pengambilan keputusan dalam kaitannya sebagai pemimpin yang berbasis nilai nilai kebajikan.
Dalam pengaplikasiannya, diperlukan identifikasi yang jeli, jelas dan mendetail dalam mengenali kedua hal ini.
Identifikasi mendalam diarahkan pada 4 paradigma masalah, 3 prinsip mengatasi masalah serta 9 langkah pengujian keputusan. Hal hal diluar dugaan yang terjadi adalah, ternyata hal hal tersebut telah dilaksanakan dalam kehidupan sehari hari, hanya saja belum maksimal dan sistematis sehingga terkadang masih terdapat benturan dalam pelaksanaannya.
Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan
pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana
pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?
Bagaimana dampak mempelajari konsep ini buat Anda,
perubahan apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan
sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?